Recent comments

Breaking News

Satgas Migas Sumbar Sidak Sejumlah SPBU, Tak Temukan Penyimpangan BBM, CCTV SPBU Palapa Jadi Sorotan



PADANG PN — Tim Satuan Tugas (Satgas) Migas Sumatera Barat bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar serta jajaran Polda Sumbar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah di Sumatera Barat, Sabtu (6/6/2026).

Sidak yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi yang selama ini menjadi perhatian publik di tengah maraknya laporan dugaan penyalahgunaan dan keluhan masyarakat terkait ketersediaan BBM di sejumlah daerah.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim tidak menemukan adanya pelanggaran maupun indikasi penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi pada SPBU yang menjadi sasaran sidak. Namun demikian, Satgas Migas menemukan kelemahan serius pada sistem pengawasan di SPBU Palapa Nomor 14.271.517.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sistem CCTV yang seharusnya menjadi alat kontrol dan pengawasan utama tidak berfungsi secara optimal. Selain waktu yang tercantum pada rekaman tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya (real time), data penjualan BBM juga tidak dapat diakses saat dilakukan pemeriksaan.

"Kami tidak menemukan adanya penyimpangan dalam distribusi BBM. Namun terdapat catatan penting yang harus segera dibenahi, yakni sistem CCTV di SPBU Palapa yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Waktu pada rekaman tidak real time dan data penjualan tidak bisa diakses," kata Helmi Heriyanto usai sidak.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dianggap sepele karena CCTV dan sistem pencatatan transaksi merupakan bagian penting dari mekanisme pengawasan distribusi BBM, terutama BBM bersubsidi yang diawasi secara ketat oleh pemerintah.

Temuan tersebut langsung menjadi perhatian tim Satgas Migas. Pengelola SPBU diminta segera melakukan perbaikan agar sistem pengawasan dapat berjalan normal dan mendukung transparansi penyaluran BBM kepada masyarakat.

Helmi menegaskan bahwa pengawasan terhadap SPBU akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada stok dan penyaluran BBM, tetapi juga terhadap seluruh sistem pendukung yang berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas pelayanan.

"Sistem pengawasan yang tidak berfungsi dengan baik berpotensi menghambat proses monitoring dan evaluasi. Karena itu seluruh SPBU harus memastikan CCTV, data transaksi, dan perangkat pengawasan lainnya beroperasi secara maksimal," tegasnya.

Sidak yang melibatkan unsur ESDM dan Polda Sumbar ini sekaligus menjadi pesan tegas kepada seluruh pengelola SPBU di Sumatera Barat agar tidak mengabaikan aspek pengawasan internal. Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap distribusi BBM bersubsidi, transparansi dan kepatuhan terhadap aturan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Meski tidak ditemukan penyimpangan dalam penyaluran BBM pada sidak kali ini, Satgas Migas memastikan pengawasan akan terus diperketat guna menjamin distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan di luar ketentuan yang berlaku.

"Tidak ada pelanggaran yang ditemukan, tetapi sistem pengawasan yang lemah tetap menjadi perhatian serius. Transparansi distribusi BBM harus didukung oleh data yang dapat diakses dan CCTV yang berfungsi dengan baik," tutup Helmi.


✍️Ardi

No comments