Recent comments

Breaking News

17.000 Prajurit Baru TNI AD Resmi Dilantik, 314 Lulusan Rindam XXII/Tambun Bungai Siap Perkuat Kalimantan



BANJARBARU PN – Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat pertahanan negara sekaligus mendukung pembangunan wilayah. Sebanyak 17.000 mantan siswa dari seluruh Indonesia resmi dilantik menjadi Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan pendidikan militer dasar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 314 prajurit terbaik merupakan lulusan Markas Komando Resimen Induk Kodam (Rindam) XXII/Tambun Bungai yang kini dipersiapkan untuk memperkuat keamanan dan pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menegaskan bahwa kelulusan para tamtama remaja ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis dalam mencetak prajurit muda yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan tugas di lapangan.

“Momen ini sangat penting. Kita baru saja melepas 314 putra terbaik asuhan Rindam XXII/Tambun Bungai, bagian dari 17.000 prajurit baru se-Indonesia. Mereka disiapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial yang mumpuni,” ujar Pangdam.

Menurutnya, karakter geografis Kalimantan yang didominasi hutan lebat, aliran sungai, hingga wilayah pedalaman membutuhkan prajurit yang tidak hanya kuat dalam kemampuan tempur, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Fokus Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan

Sebagian besar lulusan akan diproyeksikan memperkuat Batalyon Teritorial Pembangunan sebagai bagian dari kebijakan strategis Kementerian Pertahanan dalam memperluas peran TNI AD di tengah masyarakat.

Selain menjaga stabilitas keamanan, para prajurit juga akan dilibatkan dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah terpencil, kawasan perbatasan, hingga wilayah rawan bencana.

Pangdam XXII/Tambun Bungai menegaskan, para tamtama remaja tersebut telah dibekali kemampuan lebih dari sekadar keterampilan tempur dasar. Mereka dipersiapkan menjadi motor penggerak pembangunan daerah melalui pendekatan teritorial.

“Mereka akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu pembangunan infrastruktur fisik sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dan semangat juang masyarakat. Inilah definisi prajurit pembangun sekaligus pelindung rakyat,” tegas Mayjen TNI Zainul Arifin.

Kehadiran 314 prajurit baru ini dinilai sangat strategis dalam membantu pemerataan pembangunan serta memperkuat rasa aman masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pembangunan.

Pesan Tegas untuk Prajurit Muda

Dalam arahannya kepada para lulusan, Pangdam XXII/Tambun Bungai mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga kehormatan seragam dan memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Kalian adalah wajah TNI di mata masyarakat. Saat terjun ke Batalyon Teritorial Pembangunan, jadilah solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi rakyat di tempat tugas masing-masing,” pesannya.

Ia juga meminta para prajurit untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, sekaligus mampu beradaptasi dengan kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat.

“Buktikan bahwa TNI AD selalu hadir bersama rakyat, berakar di bumi pertiwi, dan berjuang demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Mayjen TNI Zainul Arifin.

Kelulusan 17.000 prajurit baru secara nasional, termasuk 314 lulusan Rindam XXII/Tambun Bungai, menjadi bukti nyata transformasi TNI Angkatan Darat menuju kekuatan pertahanan modern yang tidak hanya tangguh menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendorong kesejahteraan dan pembangunan daerah.


#AK²⁸


No comments