Recent comments

Breaking News

Dua Nyawa Melayang, Ketua REPRO Sumbar “Semprot” Satpol PP Padang: Pengawasan Lemah, Perda Seperti Tak Bertaring



PADANG PN – Kematian dua pemuda dalam kurun waktu kurang dari satu bulan di Kota Padang memantik sorotan keras dari Ketua Relawan Prabowo (REPRO) Sumatera Barat, Roni. Ia menilai, tragedi tersebut merupakan bukti nyata lemahnya pengawasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang.

Dua kasus yang disorot yakni kematian seorang pengamen kawasan Pasar Raya serta seorang pemuda yang menjadi korban penganiayaan di tempat hiburan malam kawasan Pondok.

Kita tidak sedang bicara hal sepele. Ini nyawa manusia. Dalam satu bulan, dua nyawa melayang. Ini alarm keras bahwa ada yang tidak beres dalam pengawasan Satpol PP Kota Padang,” tegas Roni kepada media, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kedua peristiwa tersebut tidak bisa dilepaskan dari dugaan kelalaian aparat penegak Perda. Ia bahkan menyebut, kejadian-kejadian itu seharusnya tidak perlu terjadi jika aturan ditegakkan secara konsisten.

“Kalau Satpol PP bekerja sesuai aturan dan Perda dijalankan dengan benar, dua kejadian ini sangat mungkin bisa dicegah,” ujarnya.

Pada kasus pertama, Roni menyoroti penanganan terhadap pengamen Pasar Raya yang diamankan, namun justru memunculkan kejanggalan yang kini dipersoalkan oleh pihak keluarga korban.

Sementara pada kasus kedua, ia menuding adanya pembiaran terhadap tempat hiburan malam yang tetap beroperasi melewati batas waktu yang telah ditetapkan dalam Perda Kota Padang.

Pertanyaannya sederhana, kenapa tempat hiburan malam masih bebas beroperasi lewat jam yang sudah diatur? Di mana pengawasan Satpol PP?” katanya tajam.

Roni bahkan menyindir bahwa Perda di Kota Padang seolah kehilangan wibawa karena tidak ditegakkan secara serius di lapangan.

“Perda itu bukan pajangan. Kalau terus dilanggar dan dibiarkan, artinya penegakan hukumnya lemah. Ini yang berbahaya,” ucapnya.

Ia menegaskan, jika tempat hiburan malam ditertibkan sesuai aturan jam operasional, potensi terjadinya tindak kekerasan bisa diminimalisir.

“Coba saja tutup sesuai jadwal. Sangat besar kemungkinan kejadian itu tidak terjadi. Jangan sampai pembiaran seperti ini terus berulang,” katanya.

Lebih jauh, Roni mendesak Wali Kota Padang untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satpol PP, termasuk meninjau posisi pimpinan di instansi tersebut.

“Wali Kota harus turun tangan. Evaluasi total. Kalau perlu, tinjau kembali kinerja Kasat Pol PP. Ini sudah menyangkut keselamatan warga,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan konsistensi penertiban di kawasan hiburan malam, khususnya di wilayah Kampung Pondok yang disebut-sebut masih marak pelanggaran jam operasional.

Ada apa sebenarnya? Kenapa sampai sekarang masih ada tempat hiburan yang beroperasi melewati jam tayang? Ini harus dijawab,” pungkasnya.


Yuda

No comments