Polres Pasaman Barat Tunjukkan Wajah Humanis, Kapolsek Sungai Beremas Salurkan Bantuan untuk Pasutri Lansia Sakit Parah di Air Bangis
Padang PN - Di bawah kepemimpinan Agung Tribawanto, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Pasaman Barat terus memperkuat pelayanan yang berbasis empati dan kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui aksi nyata jajaran Polsek Sungai Beremas yang menyambangi kediaman pasangan suami istri lanjut usia yang tengah sakit parah di Air Bangis, Senin (6/4/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Kapolres Pasaman Barat agar kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga mampu menyentuh sisi kemanusiaan warga yang membutuhkan bantuan.
Dalam berbagai arahannya, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dibangun melalui tindakan nyata yang menunjukkan kepekaan sosial.
“Pendekatan humanis bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Personel Polri harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat,” tegas Kapolres.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolsek Sungai Beremas AKP Elvis Susilo bersama personel langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan terkait kondisi memprihatinkan pasutri lansia tersebut.
Diketahui, sang suami mengalami kelumpuhan total sejak satu tahun terakhir, sementara istrinya menderita stroke yang menyebabkan keterbatasan gerak. Kondisi ekonomi keluarga juga sangat memprihatinkan karena keduanya tidak lagi memiliki sumber penghasilan tetap dan selama ini bergantung pada bantuan warga sekitar.
Dalam kunjungan itu, personel kepolisian menyerahkan bantuan sosial berupa sembako yang terdiri dari beras, telur, dan minyak goreng.
Namun kehadiran aparat kepolisian bukan hanya membawa bantuan materi, melainkan juga menghadirkan kehangatan dan perhatian langsung kepada warga yang sedang mengalami kesulitan hidup.
Suasana haru terlihat ketika personel kepolisian berbincang langsung dengan pasutri tersebut di rumah sederhana mereka, sebagai bentuk bahwa negara hadir melalui institusi kepolisian.
Langkah yang digagas Kapolres Pasaman Barat ini dinilai sebagai bagian dari penguatan wajah humanis Polri, di mana seragam cokelat tidak hanya identik dengan penegakan hukum, tetapi juga simbol pengayoman, kepedulian, dan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Pendekatan kemanusiaan seperti ini diharapkan terus menjadi budaya pelayanan di seluruh jajaran kepolisian, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan, sakit, maupun mengalami keterbatasan ekonomi.
Tim



No comments