Banjir dan Longsor Terjang Sumatera Barat, 244 Orang Meninggal dan Kerugian Capai Rp5,22 Triliun
Padang PN — Bencana banjir dan tanah longsor melanda hampir seluruh wilayah Sumatera Barat sejak akhir November 2025. Hingga update terakhir Selasa, 17 Desember 2025 pukul 10.35 WIB, dampak bencana tercatat sangat masif, dengan ratusan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan ekonomi yang signifikan.
Berdasarkan data resmi tanggap darurat, status kejadian ditetapkan sebagai Bencana dengan Status Darurat Model 2 – Tanggap Darurat Provinsi. Masa tanggap darurat yang semula berlangsung sejak 25 November hingga 8 Desember 2025, kembali diperpanjang mulai 9 hingga 22 Desember 2025.
16 Kabupaten/Kota Terdampak
Bencana ini berdampak luas di 16 kabupaten/kota, meliputi 57 kecamatan dan 205 kelurahan di Sumatera Barat. Total penduduk terdampak mencapai 296.307 jiwa.
Dari jumlah tersebut, korban jiwa tercatat sebanyak 244 orang meninggal dunia, dengan rincian 212 orang telah teridentifikasi dan 32 orang belum teridentifikasi. Selain itu, 86 orang dilaporkan hilang, 384 orang mengalami luka-luka, dan 11.228 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Ribuan Rumah Rusak dan Terendam
Kerusakan permukiman warga menjadi salah satu dampak terparah. Sebanyak 6.947 unit rumah rusak ringan, 2.963 unit rusak sedang, dan 1.876 unit rusak berat. Sementara itu, 41.754 rumah terendam banjir, serta 791 unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut terbawa arus.
Tak hanya permukiman, fasilitas pelayanan dasar juga terdampak serius. Tercatat 153 rumah ibadah, 45 fasilitas kesehatan, 28 kantor pemerintahan, dan 437 sekolah mengalami kerusakan akibat bencana.
Sektor Ekonomi dan Infrastruktur Lumpuh
Bencana ini juga memukul sektor sosial dan ekonomi masyarakat. Ribuan hektare lahan pertanian terdampak, meliputi 7.657 hektare sawah, 8.306 hektare lahan, 1.728 hektare kebun, 46 hektare hutan, serta 10.486 kolam perikanan.
Kerusakan sarana dan prasarana vital turut menghambat aktivitas masyarakat. Di antaranya 73 unit sarana air bersih, 62 jaringan listrik, 147 fasilitas telekomunikasi, 47 irigasi, 170 ruas jalan, 164 jembatan, dan 104 bendung mengalami kerusakan.
Di sektor peternakan, ribuan ternak dilaporkan mati atau hanyut, terdiri dari 42.801 ekor ayam, 178 kambing, 334 sapi, 36 kerbau, 6.440 itik, serta 1.000 burung puyuh.
Kerugian Capai Rp5,22 Triliun
Total taksiran kerusakan dan kerugian akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat mencapai Rp5.224.826.123.307. Kerugian tersebut meliputi:
- Sektor perumahan: Rp661.378.690.850
- Pelayanan dasar: Rp142.279.256.653
- Sektor ekonomi: Rp1.087.891.741.505
- Sarana dan prasarana: Rp3.324.196.562.299
- Sektor peternakan: Rp9.079.872.000
BPBD Fokus Penanganan Darurat
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumatera Barat, Era Sukma Munaf, menyampaikan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah kabupaten/kota serta unsur TNI, Polri, dan relawan terus memaksimalkan upaya penanganan darurat di seluruh wilayah terdampak.
“Fokus utama kami saat ini adalah penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, serta percepatan pendataan dampak kerusakan akibat bencana,” ujar Era Sukma Munaf.
Ia menegaskan bahwa status Tanggap Darurat Provinsi masih diberlakukan mengingat luasnya wilayah terdampak serta besarnya dampak yang ditimbulkan. BPBD Sumbar terus berkoordinasi dengan BNPB dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan dukungan logistik, peralatan, serta langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana susulan, mengingat intensitas curah hujan masih tinggi di sejumlah daerah. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat setempat atau petugas BPBD,” tambahnya.
Catatan Redaksi
Data dan informasi yang disajikan dalam berita ini merupakan data sementara berdasarkan laporan terakhir hingga 17 Desember 2025 pukul 10.35 WIB. Angka korban, kerusakan, dan kerugian dapat berubah sewaktu-waktu seiring proses pendataan lanjutan, verifikasi di lapangan, serta pembaruan resmi dari instansi terkait.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak masih terus berlangsung di sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
— ardi



No comments