Mezaro Ndraha dan Keluarga

Berita Hangat : Ketua Umum FONNA Menawarkan Solusi Bagi Kerukunan Tokoh-2 Ono Niha, Pemimpin Ormas / Lembaga2 dan Ono Niha Pada Umumnya.

Mezaro Ndraha (Yang Angkat Tangan) Bersama Dengan Pengurus FONNA
Mezaro Ndraha (Yang Angkat Tangan) Bersama Dengan Pdt. Lafaogo Zai, Vincent Lase dan Eferoni Harefa Di Oasis Amir Hotel Senen Jakarta Pusat (Lagi Bersantai)

Jakarta-PersadaNews.com. Mezaro Ndraha yang baru dilantik menjadi ketua umum FONNA (2019-2024)  pada tanggal 22 Juni 2019 di Oasis Amir Hotel Senen Jakarta Pusat, memiliki cita-cita mulia untuk mempersatukan Ono Niha dalam kata Ono Niha yang dimulai dari aktor-aktor intelektual, tokoh-2 lokal, regional, nasional dan para pemimpin lembaga, ormas2 Ono Niha dan lain-lain. Ini sangat memprihatinkan jika ternyata kita tak bisa bersatu dalam kata Ono Niha. Jika begini adanya, maka kita mewariskan sikap negatif tak elegan kepada anak cucu, lalu siapa yang rugi? kita, bukan?

Saatnya, para pemimpin di dunia politik, para pemimpin lembaga / ormas2 untuk duduk bersama dan mencari solusi kekompakkan satu dengan yang lain serta menghentikan sikap, aku dan kamu, emang lu siapa dan sebagainya. Jika sikap seperti ini diteruskan maka dipastikan kita akan mengalami kemunduran penuh, jelas Mezaro Ndraha yang juga penggiat hal-hal yang berhubungan dengan motvasi dan bisnis.

Sejak terjadinya pemekaran wilayah pemerintahan di kepulauan Nias, semakin menjadi-jadi greget perpecahan itu, mari kita saling mau mendengar dan meletakkan segala unek-unek negatif yang mungkin telah terpelihara.  Apakah karena jabatan, kekayaan, popularitas dan sebagainya ? no, no, no, ini tidak tepat. Inilah saatnya kita turun ke bawah dan dengan rendah hati saling bersalaman satu dengan yang lain. Sebab gesekan-gesekan psikologis  politik ini, akhirnya terbawa-bawa kemana-mana dan terkesan ada blok A dan B. Saya pribadi, tidak mencontoh dua-duanya, apakah itu blok A dan B, i don’t care about it, tegas Mezaro Ndraha lebih jauh tentang berharap ada harapan baru terjadi.

Saatnya para tokoh atau yang menamakan dirinya tokoh, akademisi atau apapun sebutan yang setara dengan itu, baik di tingkat lokal, regional dan nasional, ayolah, kita ini terlalu lemah dibanding dengan suku lain dalam kata SATU atau Persatuan. Apakah anda dan saya tidak prihatin? Lihatlah Kepulauan Nias yang kita banggakan perlu kita bangun bersama-sama dalam karya kolaborasi dan bukan dengan cara-cara main mata sinis tak elegan. Banyak diantara kita yang sudah S1, S2, S3 dan bahkan profesor dan juga banyak yang sukses secara finansial, tetapi mengapa FA’ATUA-TUA ITU tidak kita manfaatkan untuk sesuatu yang positif bagi persatuan dan kesatuan kita di kata Ono Niha?

Kepada anak-anak muda Ono Niha milenial dimanapun anda berada, anda boleh tidak mencontoh hal-hal seperti itu yang dapat memecah persatuan dan kesatuan kita, andalah yang menjadi panutan masa depan dan kekuatan kepulauan Nias yang kita banggakan. Anda boleh tidak terpengaruh pada gaya pengelompokkan yang hanya membuat anda-anda semakin tersedot dalam gaya lama itu.

Mari mulai sekarang kita duduk bersama, kepada para pemimpin ormas-2, lembaga, tokoh-2 gereja / agama lain, tokoh-2 politik, akademisi, budayawan dll, hanyalah dengan bersalaman dan berdialog tentang arah kesatuan kita di kata Ono Niha, maka generasi kita ke depan semakin lebih baik dan tidak hidup dalam gaya sinis dan sindir.

Karenanya, solusi tepat adalah segera kiranya kita mengadakan Dialog Kebanggaan Ono Niha dan kita berharap para tokoh yang dimaksud dan tersebut di atas, hadir pada kesempatan itu jika kita dapat melakukannya. Tak ada gunanya, sebab hidup ini adalah kesempatan dan singkat adanya. Cs

 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *