Kesan & Pelantikan Pengurus The FONNA Institute Di Oasis Hotel Senen Jakarta Pusat

Pelantikan Pengurus The FONNA Institute
Pelantikan Pengurus The FONNA Institute

Jakarta-PersadaNews.com. Kehadiran FONNA, hari demi hari terus menghiasi publik Ono Niha dan semakin mamacu dirinya sendiri untuk meraih apa yang ingin dicapai dan terus militan dalam karya menjadi gaya utamanya dalam kolaborasi. FONNA menawarkan format baru tanpa batasan pemisah satu dengan yang lain, ia tidak hadir dengan sebutan kata NIAS, sebab kata itu telah terpecah sejak adanya daerah otonomi baru yaitu Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara. Nias adalah panggilan pada kabupaten induk sebelum pemekaran dan Gunungsitoli menjadi kota madya di kepulauan Nias. FONNA hadir menjadi representatif kepada seluruh Ono Niha tanpa kata pemisah NIAS, sebab siapapun dan dari manapun ia berasal, mesti ia tetap di sebut Ono Niha dalam konteks kepulauan Nias.

Pada pelantikan pengurus FONNA di Oasis Amir Hotel Senen Jakarta Pusat, suasana kegembiraan dan keakraban tanpa pemisah itu sungguh terlihat. Di sana tak ada perbedaan oleh karena jabatan dan atau status sosial lainnya, semua satu dalam kata Ono Niha, inilah kelebihan yang dirasakan di FONNA.

Penyerahan SK Kepada Ketua Umum : Mezaro Ndraha
Penyerahan SK Kepada Ketua Umum : Mezaro Ndraha

Melalui pelantikan, Ketua Umum FONNA (Mezaro Ndraha) menegaskan bahwa Ono Niha lemah dalam persatuan dan ini tidak boleh terjadi lagi, bahkan ia menantang secara positif sebagai bentuk keseriuasannya, bahwa jika ada oknum atau apapun namanya, wadahkah? lembagakah? ormaskah? ….“jika ada yang dapat mempersatukan kita dalam kata Ono Niha dan satu visi dan misi untuk kebaikan demi Ono Niha dan Tano Niha, hari ini juga (22/06/2019), FONNA bubar saja, dan kita dukung hal itu”. Tantangan itu, sontak membuat floor bertepuk tangan sebagai tanda semangat bahwa saatnya Ono Niha bersatu. Namun, sejak dari dulu, kok belum ada wahyu itu, jika ini diteruskan maka generasi kita akan semakin pecah. Kita harapkan kesatuan itu dalam kata Ono Niha dan Tano Niha tanpa mengedepankan kebesaran diri. Tak ada gunanya, tegas Mezaro Ndraha yang juga menyukai dunia motivasi ini.

Pembicara, Pdt. Arlyanus Larosa, menekankan pada bagaimana FONNA memanfaatkan tekhnologi tepat guna untuk memajukan FONNA sekarang dan ke depan. Ia menyinggung viralnya Frangky Zega gara-gara media sosial online. Itulah zaman now, itulah zaman milenial, zaman digital. Demikian inti tersirat dari penjelasannya.

Pembina Drs. Foanoita Halawa, Yuspan Zalukhu, Atozanolo Zendrato (Sekum FONNA),  Plt. Ketum Eferoni Harefa, S.Sos, Ketua Panitia, Vincent Lase juga memberikan semangat bagi hadirin kala itu dengan segala keterbatasan yang ada dan apa yang dicita-citakan FONNA hanya dapat diraih dalam kebersamaan. Terlihat suasana santai sambil menikmati hidangan di ruang ramah tamah, sesekali peserta selfi-selfi untuk mendapatkan moment kebersamaan itu. Para utusan dari berbagai daerah, tampil memberikan semangat kebersamaan itu dan itu sungguh terlihat, mereka seakan memberitahu bahwa harusnya sedari dulu rasa kebersamaan ini terjadi, tetapi mengapa baru sekarang. Ternyata kata NIAS yang kuat itu, belum mampu mempersatukan Ono Niha, hanyalah kata Ono Niha yang berwibawa itu yang mampu menyatukan kita. Kata itu, telah dipelihara oleh FONNA, maka lahirlah Forum Ono Niha Nasional.

Pelantikan yang terjadi pada tanggal 22 Juni 2019, dapat terlaksana oleh dukungan beberapa ormas dan tokoh Ono Niha yang rendah hati seperti Brigjen. Imanuel Larosa, Brigjen. Bahagia Dakhi, Firman Jaya Daeli, Pdt. Arlyanus Larosa, Prof. Dr. Suahasil Nazara, Advokat Toloni Zendrato, Yamanati Zebua, Christian Zebua, Lafaogo Zai, Ricky Martin Hulu, Kasih Eli Telaumbanua, Joli Mamonto, dan masih banyak lagi yang tercover dalam kata pembina FONNA, pengawas FONNA dan pengurus FONNA. Ada tokoh-2 dari Sumatera Utara, Kepulauan Nias, Kalimantan, Sulawesi, Riau dan Jabodetabek, mereka hadir dengan penuh semangat dan hal itu membuat susasa semakin menggairahkan. Semua sadar, bahwa kekuatan kata Ono Niha tak dapat dibendung.

Apapun keadaanya, lewat pelantikan pengurus pada tanggal tersebut di atas, ada satu hentakan gerakan 1000 diluncurkan untuk kepentingan Ono Niha dan Tano Niha. Gerakan ini kemudian dibentuk kepanitiaanya yang diketuai oleh Drs. Yulius Duha dan akan melanjutkan kegiatan teknis dalam beberapa hari ke depan. Polisi Eferoni Harefa, S,Sos diangkat sebagai Plt. Ketum, sebab ketua umum FONNA jauh dari kota Jakarta dan akan pergi ke Amerika dalam menjalankan tugas selama 6  bulan di sana. Semua bergerak demi FONNA tercinta untuk Ono Niha dan Tano Niha. FONNA Fellowship yang dipimpin oleh ketua STT, Pdt. Dr. Nasokhili Giawa, bersama Pdt. Yeremia Hia, M.Th, Deniaman Lawolo, S.Th dan Ev. Sherlyn Buaya, S.Th dan anggota-anggotanya, sedang mempersiapkan diri memasuki eksekusi program.

Ps. Nofedin Waruwu, M.Pd.K bersama dengan timnya sedang ancang-ancang melakukan pertemuan internal dan beliaulah yang menggagas diadakannya FONNA CLUB yang kemudian dimodivikasi oleh Ketua Umum FONNA ke arah yang lebih serius. Yusntinus Hura yang juga aktivis hukum, sedang mempersiapkan langkah-langkah sederhana sebagai kegiatan pendahulu terkait kegiatan pendidikan dan pelatihan. Semangat Yusman Halawa sebagai ketua bidang pengembangan lembaga bersama dengan advokat Firman Harefa, SH yang juga sebagai ketua bidang Hukum dan HAM di FONNA, juga terlihat bersemangat dan terus berpacu meraih cita-cita FONNA. Cs

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.