Jakarta-PersadaNews.com– Menjelang RKD (Rapat Kerja Departemen) FONNA “Forum Ono Niha Nasional” para anggota BPH FONNA Jakarta terlihat sangat sibuk. Vincent Lase selaku wakil ketua umum FONNA dan juga sebagai ketua FONNA Jabodetabek, sungguh sangat bersemangat dan bekerja keras untuk mensukseskan RKD pada tanggal 23 Maret 2019 di kawasan Cikini Menteng Jakarta Pusat.

Pada kesempatan lain, personil di sekretariat FONNA dan bendahara Umum FONNA juga disibukkan berbagai hal sehingga waktu mereka cukup tersita untuk itu. Proses kelahiran FONNA memang amat unik, sebab FONNA lahir di tahun politik yang begitu panas, sehingga sebelumya banyak oknum berpikir bahwa ini kegiatan politik, tetapi nyatanya juga tidak.

Ketua umum FONNA, Mezaro Ndraha selalu mewanti-wanti kepada seluruh pengurus agar senantiasa mengedepankan kekompakkan, kesabaran dan kelemah lembutan dalam mengelola FONNA, sebab watak sebagian oknum Ono Niha, keras, maka harus dihadapi dengan gaya wong Jowo. Yah, gaya orang Solo, tetapi campuran gaya orang Jepang yang cerdas.

Lebih jauh ketua umum FONNA mengharapkan agar yang menjadi pengurus FONNA adalah harus orang yang serius, rendah hati, mau belajar, mau bertanya, mau diajar, mau mengajar dan mau melakukan, jika tidak, maka pasti fahela kao.

Tanggal 23 Maret 2019 adalah Rapat Kerja Departemen yang bersifat final dan closing program dalam 5 tahun ke depan, itu sebabnya diharapkan semua pengurus dan jajaran dibawahnya agar menyempatkan diri hadir pada pertemuan yang dimaksud. Sebab apa yang diputuskan di RKD, itulah yang akan dilaunching di tanggal 22 Juni 2019.

FONNA hadir untuk membawa pemulihan dan perubahan, maka sebelum kita mengubah orang lain maka terlebih dahulu kita mengubah diri kita sendiri dan keluarga, jelas Mezaro Ndraha yang juga menyukai dunia pelayanan ini. 

Tanggal 23 adalah tanggal bersejarah, maka dibutuhkan kesiapan diri, pikiran dan perasaan serta berserah kepada Tuhan 100 % agar apapun yang direncanakan dapat terwujud. Jika tidak, maka lihatlah, Tuhan juga tidak akan berpihak pada kita, jelas Mezaro Ndraha yang berdomisili tetap di wilayah Jawa Tengah ini. ars

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *