CALEG PSI MEWAKILI KORBAN EKSEKUSI MELAYANGKAN GUGATAN KE PN PANDEGLANG

BANTEN-PersadaNews.com- Advokat Firman Harefa, SH., yang sekaligus Caleg DPR RI dari Partai PSI melakukan pendampingan terhadap korban eksekusi yang dilakukan oleh Panitera Pengadilan Negeri Pandeglang pada tanggal 28 Pebruari 2019 di Desa Teluk, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang, Banten.

Pelaksanaan eksekusi yang dilakukan oleh PN Pandeglang diduga SALAH OBJEK, untuk itu Firman Harefa mengajukan gugatan pada Pengadilan Negeri Pandeglang pada hari Senin, tanggal 18 Maret dengan Tergugat adalah Pemohon Eksekusi.

Menurut Firman, gugatan ini dilayangkan karena kuat dugaan eksekusi yg dilaksanakan oleh Panitera Pengadilan Negeri Pandeglang adalah SALAH OBJEK dan tidak sesuai dengan amar putusan perkara yang dieksekusi.

Berdasarkan amar putusan perkara No. 04/Pdt.G/2002/PN.Pdg, yang dieksekusi adalah tanah SHM No. 264/1977 yg terletak di Blok Karet, Desa Teluk, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang, tetapi kenyataannya dilapangan yang dieksekusi oleh Pengadilan adalah tanah SHM No. 310/Desa Teluk, tanggal 22 Agustus 2007, yang terletak di Kp. Baru, Desa Teluk, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang.

Dilihat dari letak atau lokasi, No persil, ukuran dan batas-batas tanah, maka SHM No. 264/1977 sangat berbeda dengan SHM No. 310/Desa Teluk, sehingga apa yang dieksekusi Pengadilan adalah Salah Objek Eksekusi.

Firman Harefa menggugat pemohon eksekusi, karena pemohon eksekusi tidak dapat menunjukan letak tanah yang sebenarnya dan hanya main tunjuk saja tanpa meminta ke BPN Kab. Pandeglang sebagai instansi yg berwenang untuk menunjukan letak tanah yang dieksekusi berdasarkan SHM No. 264/1977 serta tanpa dilakukan pemeriksaan setempat oleh BPN Kabupaten Pandeglang.

Firman Harefa menyatakan, kliennya telah meminta perlindungan hukum kepada BPN Kab. Pandegang, dan oleh BPN telah melakukan pemeriksaan setempat , melakukan pangukuran dan meminta keterangan dari Kepala Desa Teluk.

Hasil dari pemeriksaan setempat menunjukan bahwa letak SHM No. 264/1977 adalah letaknya berbeda dengan Letak SHM No. 310/Desa Teluk, begitu juga no persil, ukuran dan batas-batas tanah sangat berbeda, demikian ungkapan Firman Harefa. ars

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *