Firman Harefa, SH

Firman Harefa, S.H : Eksekusi Lahan di Desa Teluk – Labuan Salah Objek

Pandeglang Banten, PERSADANEWS.COM – Terjadinya Eksekusi Lahan tanah yang dilaksanakan pihak Pengadilan Negeri (PN) kabupaten pandeglang yang berlokasi di kampung Karet Baru desa Teluk kecamatan Labuan kabupaten Pandeglang – Banten, pada Kamis (28/2/2019) lalu. Eksekusi Lahan tanah tersebut diyakini salah Objek.
Salah Obyek Eksekusi Lahan tersebut dikatakan Firman Harefa, S.H, salah seorang Pengacara yang membantu warga tereksekusi secara Sosial.
Firman juga seorang Calon Legislatif (CALEG) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Zona pemilihan Banten 1 (Satu) dengan nomor urut Satu, dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sekaligus dirinya selaku pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Muda Peduli Tanah Air (LSM-GEMPITA) Bidang Hukum.
“Pelaksanaan Eksekusi yang dilaksanakan pada hari Kamis Tanggal 28 Februari 2019 tempo hari dianggap salah Objek, karena disiyalir tidak sesuai dengan amar putusan dalam perkara Nomor : 04/PDT.G/2002/PN.PDG,” tutur Firman, Rabu (06-03-2019).
Firman juga mengatakan, menurutnya bahwa Panitra PN Pandeglang telah mengeksekusi tanah milik Kliennya, sebagaimana dalam Surat Hak Milik (SHM)  Nomor : 310/Teluk, Tanggal 22 Agustus 2007 dengan surat ukur Nomor : 70/Teluk Tanggal 13 Agustus 2007, Persil Nomor: 3 a. d I, seluas 538 M² tercatat atas nama  Darma Sastra terletak di kampung Baru desa Teluk kecamatan Labuan kabupaten Pandeglang – Banten.
“Objek Tanah SHM No: 264/1977 adalah berbeda dengan objek Tanah SHM Nomor: 310/Teluk,” jelas Firman.
“Tindakan, Lanjut Firman, Panitera Pengadilan Negeri Pandeglang yang melaksanakan Eksekusi tidak sesuai dengan amar putusan Pengadilan dan salah objek, hal itu suatu tindakan penyalahgunaan wewenang dan mengakibatkan kerugian pada Klien kami,” ungkapnya.
Ditempat pengungsian korban Eksekusi Lahan, yakni di sebuah Musholla lingkungan yang dieksekusi, Ja’i Al-Farizi salah satu korban mengatakan, bahwa jumlah korban Eksekusi lahan tersebut sebanyak Empat Kepala Keluarga (4 KK), dari sejumlah KK tersebut sebanyak lebih dari Dua Puluh Satu jiwa yang kini nasibnya terlantar di Musholla itu.
“Atas terjadinya Eksekusi lahan milik kami, membuat kami semua yang disini merasa Terzholimi, sehingga mengakibatkan nasib kami terlantar, padahal keluarga saya memiliki Lahan tanah tersebut dapat beli secra sah, dan keluarga kami menempati Lahan yang di eksekusi sudah selama kurang lebih Lima Puluh Tahun (50 Tahun), atau Kira-kira sejak Tahun 1968 atau 1969,” kata Ja’i dengan nada sedih dan berduka. (ars)
Sumber : https://www.sbnews.co.id/2019/03/firman-harefa-sh-eksekusi-lahan-di-desa.html

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *