Firman Harefa, SH : KORBAN PERJANJIAN LEASING

Firman Harefa, SH

Jakarta-PersadaNews.-Setiap orang berkeinginan untuk memiliki kendaraan sendiri, karena dengan memiliki kendaraan maka dapat mengatur sendiri waktu untuk melakukan aktifitas pekerjaannya setiap hari tanpa khawatir adanya keterlambatan dijalan untuk mencapai tujuannya.

Demikian juga yang dialami oleh Zakiudin warga Jakarta yang berkeinginan memiliki kendaraan sepeda motor, karena tidak memiliki uang maka Zakiudin membeli sepeda motor dengan menggunaķan jasa pembiayaan (leasing).

Zakiudin dengan penghasilan yang pas-pasan nekat membeli sepeda motor melalui jasa pembiayaan, anggap aja PT A, melalui leasing ini Zakiudin memiliki sepeda motor yang diimpikannya dan dengan bersusah payah mencari uang cicilan setiap bulan dan kadang meminjam uang kepada kerabatnya agar cicilan sepeda motornya dapat dilunasinya.

Setelah lunas cicilan sepeda motornya pada tanggal 29 Juni 2018, sangat kecewanya Zakiudin karena BPKB sepeda motornya tidak diserahkan oleh pihak leasing kepadanya dengan alasan masih memiliki tunggakan denda, bunga, biaya penitipan BPKB dan biaya administrasi yang belum dibayarnya.

Tentunya Zakiudin keberatan untuk membayar uang-uang dimaksud yang jumlahnya cukup besar sekitar Rp. 4.000.000,-.

Merasa diperlakukan dengan tidak adil, dia meminta pendapat hukum pada LBH GEMPITA JAKARTA RAYA, setelah mendengarkan nasehat hukum dari Advokat FIRMAN HAREFA, S.H., dengan penuh keyakinan Zakiudin meminta LBH GEMPITA JAKARTA RAYA mengurus permasalahan yang dialaminya.

Menurut Advokat FIRMAN HAREFA, S.H., bahwa tindakan perusahaan leasing yang menentukan secara sepihak biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabahnya adalah tindakan melanggar hukum dan bertentangan dengan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, sehingga Zakiudin menjadi korban perjanjian yang mencantumkan klausula baku didalam perjanjian pembiayaan, sehingga klausula tersebut batal demi hukum. Ars

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *