Nias-Tuhegafoa II : Polemik Laporan Dugaan Penyalah Gunaan Dana Desa 2018

Dialog / Rembukan Para Pelapor (18/08/2019) - Desa Tuhegafoa II

Dialog / Rembukan Para Pelapor (18/08/2019) - Desa Tuhegafoa II

Suasana Rembukan / Dialog Para Pelapor
Suasana Rembukan / Dialog Para Pelapor

Kepulauan Nias-PersadaNews.com.- Setelah bergulirnya laporan dugaan penyalah gunaan dana desa yang dilaporkan sekelompok masyarakat desa Tuhegafoa II kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, kedua belah pihak, pelapor dan siterlapor, aktif melakukan komunikasi dengan Ketua Umum LSM GAPEMAS, Mezaro Ndraha, SH yang juga Ketua Umum FONNA (Forum Ono Niha Nasional); komunikasi yang terjalin bertujuan menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Mezaro Ndraha adalah bagian dari warga desa Sisobalauru, bertetangga dengan desa Tuhegafoa II, namun tinggal menetap di wilayah kota Surakarta (Solo Raya) “Kampung Presiden RI” Jawa Tengah, melihat bahwa persoalan yang terjadi sesungguhnya ada masalah internal, ada sesuatu yang tidak disukai oleh anggota masyarakat, terutama para pelapor terhadap kebjiakan dan gaya komunikasi / kepemimpinan kepala desa, Noferman Gulo, demikian pengakuan para pelapor ketika memberi penjelasan kepada Mezaro Ndraha, melalui call phone.

Disatu sisi, kepala desa yang sekarang, Noferman Gulo, sudah meyakini benar bahwa tindakan yang ia lakukan sudah sesuai prosedur dan tepat. Ia menepis dugaan laporan yang dimaksud dan ia punya bukti-bukti untuk itu, jelasnya, kepada reporter persadanews.com.

Para pelapor menginginkan sebuah perubahan terjadi di Tuhegafoa II dalam segala kebijakan yang diambil, baik sekarang dan maupun yang akan datang. Komunikasi yang terjalin, terkesan tidak mencair antara Kades T-II dan mantan sekteraris Mareti Gulo, hal ini dapat diketahui, ketika terjadi komunikasi aktif dan positif oleh masing-masing pihak  dengan ketua umum Forum Ono Niha Nasional (FONNA), Mezaro Ndraha.

Mezaro Ndraha
Mezaro Ndraha

Kendati demikian, Mezaro Ndraha yang juga pemimpin perusahaan media PT.Perukmi Indo Persada (PIP), menegaskan, bahwa “Ia tak punya kepentingan dan maksud tertentu dalam menengahi masalah yang saat ini terjadi”, kepentingan saya hanya ada satu, penegakkan kebenaran sesuai kebenaran itu sendiri. Agar apa? Agar semua pihak dapat belajar dari setiap kesalahan dan desa Tuhegafoa II dan bahkan desa-desa yang lain ikut memetik pelajaran dari masalah yang sedang bergulir, jelas Mezaro Ndraha yang mencoba menunjukkan sikap bijaknya.

Masalah ini

perlu dituntaskan sesuai dengan fakta dan atau dengan metode-metode yang dapat dianggap tepat dan relevan, pihak pemerintah diatasnya perlu turun tangan dan menjadi solusi sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak baik, ke depannya. Diharapkan pula kepada oknum pelaksana tugas, baik itu di kecamatan dan maupun di kabupaten, agar melihat jauh ke dalam, bahwa ada sesuatu yang harus dibenahi dalam tatanan kegiatan yang berhubungan dengan tata kelola keuangan pemerintah di wilayah. Bisa saja, ini hanya salah satu contoh, tetapi mungkin di desa-desa yang lain banyak yang harus dibenahi, ditata dengan memperhatikan kepentingan masyarakat banyak sesuai amanat UU.

Selaku Ketua Umum Forum Ono Niha Nasional dengan nama badan hukum The FONNA Institute Foundation, Mezaro Ndraha, lebih jauh menghimbau kepada para pemimpin desa dimanapun berada di seluruh wilayah kepulauan Nias, agar sungguh-sungguh menjaga tatanan kelola pemerintahan desa yang baik, pemerintah pusat sudah berjuang, dan uang yang dicairkan setiap tahunnya, cukup besar untuk dikelola dengan bijak dan tidak berfokus pada kepentingan diri sendiri. Itu tidak baik, ….saya ingin melihat Tano Niha lebih baik, demikian penegasan dari Mezaro Ndraha yang senantiasa berupaya membuat sesuatu yanag positf untuk Ono Niha dan Tano Niha. Anda adalah talifusogu, jelasnya dalam bahasa Nias.

Para pelapor sudah menjelaskan sejelas-jelasnya, apa yang mereka inginkan dan hal itu, telah disampaikan kemarin malam (18/08/2019) kepada Mezaro Ndraha yang juga Ketua Umum LSM GAPEMAS, akan tetapi, mereka ingin lihat kira-kira sejauh mana perkembangan hingga hari ini (19/08/2019) terkait apa yang mereka sudah laporkan pada institusi terkait. Yah, okay jika demikian, jawabnya kepada 2 (dua) orang koordinator pelaporan.

Hal serupa, harusnya tak boleh lagi terjadi ke depan, di desa T-II dan bahkan di desa-desa lain, dan ini kesempatan bagi kaum pemimpin desa untuk segera membenahi tatanan yang mungkin sudah keliru, jika tidak ingin melihat upaya-upaya para pihak untuk memprosesnya. Mendekatlah dengan masyarakat, dengarkanlah isi hati mereka dan jangan melawan arus deras, sebab itu hanya akan membuat kita akan hanyut dalam kekeliruan.

Proses tetap berlanjut hingga tertemukan titik temu yang pas dan tepat sepanjang hal itu dapat dipertanggung jawabkan dan tidak keliru dalam aplikasinya. Upaya kehati-hatian mesti diperlihatkan oleh oknum-oknum tertentu agar masalah kecil ini tidak merembet kemana-mana, sebab yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah, Tuhan di Surga hanya berpihak pada yang benar, dan hukum akan bertindak sesuai fakta. Dihimbau, agar masalah ini ditelaah lebih jauh secara cermat tanpa salah agar hasilnya baik dan menggembirakan serta hendaknya jangan sampai melibatkan banyak pihak karena kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan kecil dalam proses penanganannya, diupayakan jangan tergiur pada secangkir kacang merah yang hanya akan membuat hak kesulungan akan hilang, demikian motivasi dari Mezaro Ndraha selaku Ketua LSM GAPEMAS dan sekaligus sebagai saudara Ono Niha dalam konteks Forum Ono Niha Nasional. rm

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.