Ketua Umum FONNA, Mezaro Ndraha, Berharap Ketua Umum HIMNI Yang Baru Adalah Sosok Yang Mampu Merangkul Semua Kalangan Dalam Kata Ono Niha

Mezaro Ndraha, Ketua Umum FONNA
Mezaro Ndraha, Ketua Umum FONNA

Jakarta-PersadaNews.com- Banyaknya ormas Ono Niha di wilayah Nusantara ini menjadi bukti bahwa Ono Niha eksis dan ingin maju, tentu diharapkan  lebih baik dari pada hari kemarin.

Kehadiran FONNA (Forum Ono Niha Nasional) memang bentuknya berbeda akan tetapi itu sama saja, sebab haluannya adalah Ono Niha, soal bentuk badan hukum, itu hanya soal pilihan. Kehadiran FONNA (Forum Ono Niha Nasional) membawa peta pemahaman baru bagi Ono Niha yang mudah retak dan terpisahkan. Tetapi dengan kata Ono Niha, siapapun dia, tak bisa mengelak, bahwa ia adalah Ono Niha.

Baca Juga : https://www.persadanews.com/2019/07/23/the-fonna-institute-mendirikan-lbh-fonna-yang-akan-dipimpin-oleh-advokat-firman-harefa-sh/

Baca Juga : https://www.persadanews.com/2019/07/28/dana-desa-warga-desa-tuhegafoa-ii-hiliduho-nias-sumut-melaporkan-dugaan-penyahgunaan-dana-desa/

Pada kesempatan lain, disenja itu, takala matahari terbenam lari menuju kegelapan malam, persadanews.com menghubungi Ketua Umum FONNA, Mezaro Ndraha yang saat itu sedang berada di area proyek dan menanyakan sesuatu kepada beliau terkait tanggapannya tentang pemilihan Ketua Umum HMNI (Himpunan Masyarakat Nias) yang akan segera diadakan di Bogor.

Mezaro Ndraha tenryata mengapresiasi keberadaan HIMNI dan sangat bangga untuk itu, bahkan saudara kandungnya menjadi Ketua DPC HMNI kota Malang.  Akan tetapi, ia menghimbau dan mengharapkan bahwa sosok Ketua HIMNI ke depan ini haruslah orang yang mampu merangkul semua kalangan Ono Niha tanpa melihat perbedaan. Kendati ada yang terkadang berpikir bahwa HIMNI adalah ormasnya kabupaten Nias, dengan alasan-alasan tertentu, bagi saya itu tak penting, tegasnya. Sebab, yang penting adalah kata NIAS-nya, bahwa kemudian oleh oknum-oknum tertentu punya penafsiran berbeda, itu tidak masalah. HIMNI adalah organisasi tertua untuk masyarakat kepulauan Nias, bahwa dalam perjalanan banyak perbedaan, yah itu sah-sah saja dalam sebuah organisasi, jelas Mezaro Ndraha lebih lanjut.

Sebab, ditubuh FONNA juga bisa terjadi masalah, dan bahkan di luar FONNA, juga ada yang menyoroti FONNA dari sisi yang berbeda, nah, bagi saya itu tidak penting. Perlu diperhatikan proses demi proses untuk menuju kedewasaan berpikir, jelas A.Kristian Ndraha lebih jauh.

Ternyata A.Kristian Ndraha adalah salah satu sosok paling aktif menjelang kehadiran HIMNI di Jawa Tengah bahkan ia rela berdialog sejenak untuk menyerahkan jabatan Ketua DPD kepada Etika Halawa (sebab kala itu, Mezaro Ndraha-lah yang membentuk DPC-2 lebih banyak di Jawa Tengah) dan bersedia menjadi wakil ketua DPD ketika itu tanpa melalui pemilihan yang disaksikan oleh teman2, sebab ia menghargai sesepuh seperti Etika Halawa yang sudah cukup orang tua.

Jadi, apakah itu HIMNI atau FONNA, tidaklah penting, yang paling penting adalah gagasan PEMIMPINYA untuk membangun kepulauan Nias ke depan dalam kata kebersamaan dan karya kolaborasi. Rob

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.