Milyaran Mengalir Di Tano Niha Setiap Tahunnya, Harusnya Tano Niha Ekonominya Semakin Baik

hati-hati

hati-hati

Jakarta-PersadaNews.com. Sejak terjadinya gempa bumi dan tsunami di Tano Niha, justeru Kep. Nias semakin lebih baik, sebab banyak dana dari luar masuk untuk membantu korban dan pemulihan kala itu. Dengan dimekarkannya kepulauan Nias menjadi beberapa kabupaten dan satu kota, Tano Niha juga semakin baik. Ratusan milyaran dana masuk setiap tahunnya di kepulauan Nias, walau kita sadar dana itu harus dibagi-bagi termasuk untuk menggaji PNS yang ada. Jelas personil dari LSM GAPEMAS.

Tetapi pertanya’anya, mengapa hingga kini kepulauan Nias masih dikategorikan pulau tertinggal?  Mengapa ekonominya masih lemah? Mengapa tiap tahun masyarakat Nias banyak yang eksodus ke Sibolga, Medan, Riau, Jakarta, Kalimantan dan lain-lain? Apakah pemerintah terkesan tidak atau belum mampu mengelolah dana yang ada sehingga terjadinya pengabaian terhadap pentingnya lapangan kerja dan pembangunan yang baik? Bahkan ada yang pembangunan kantor pemerintahan dan dinas terkait hingga kini belum selesai. Apakah tidak cukup dana untuk itu, atau justeru ada sesuatu yang salah dalam hal manejemen keuangan?

Anak-anak muda Ono Niha yang telah sadar akan kebenaran hakiki, kejujuran dan tanggung jawab harus mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembaharuan ini ke depan. Jurnalis dan anggota LSM harus bisa menjadi penyeimbang dan tidak diam membisu, sebaliknya berani untuk tidak menerima sogokan penutup mulut yang bersifat sesaat. Ini namanya idealis, jurnalis dan anggota LSM harus mampu menjadi pembawa kesejukan.

Di tahun 2019 ini, hendaknya kaum intelektual Tano Niha mampu menjadi pendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, mulai dari desa hingga ke atas. Anak-anak muda Ono Niha, hendaknya merapatkan barisan untuk memberantas KKN di Kepulauan Nias. Jika tidak, maka generasi berikut akan semakin rusak. Jika anda temukan ada kesalahan, ada pelanggaran, jangan segan-segan untuk melaporkannya dan hubungi koneksi yang ada untuk melawan tindakan keliru itu.

Kita menginginkan pemerintah dengan dana yang cukup besar itu untuk memperhatikan pembangunan infranstruktur yang memadai dan berpikir keras membuka lapangan pekerjaan. Mempermudah perijinan bagi mereka yang ingin membuka usaha. Kita ingin melihat BUPATI ikut mengawasi penggunaan dana desa dan bukan justeru seakan diam membisu, atau terkesan pura-pura tidak tahu pada kemungkinan terjadinya pelanggaran di pengelolaan dana desa di beberapa wilayah kepualuan Nias.

Pemerintah pusat sudah memberikan modal pemerintah daerah setiap tahun, kurang lebih 500 milyar untuk berpikir keras dan mengolah dana itu untuk kemajuan kepulauan Nias. Tetapi jika ternyata tak terjadi pertumbuhan yang signifikan, maka hal ini perlu dipertanyakan. Tulisan ini bersifat motivasi dan pengingat agar pemerintah hingga ke desa-desa berpikir jernih dan lebih waspada dalam mengelola uang negara. Rbt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.